Asa, Cita, dan Cinta: Dari Tahun 2000–2026

Asa, Cita, dan Cinta: Dari Tahun 2000–2026

Foto ini hanyalah ilustrasi Pemanis tulisan/Ruang Rindu Online.


RUANG RINDU ONLINE - Ada kalanya hidup tidak diukur dari berapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan, jabatan yang berhasil diraih, atau pujian yang berhasil didapatkan. Hidup sesungguhnya adalah perjalanan panjang yang dibangun oleh tiga hal sederhana: asa, cita, dan cinta.

Di tahun 2000 menjadi titik awal menjalani masa Sekolah Menengah Atas sebuah abad baru merasakan cinta pertama yang menjadi cita sebagai bagian dari semangat hidup. Meski baru mulai mengenal dunia yang terus mengajak dewasa, dan banyak yang belum memahami bahwa kehidupan adalah rangkaian ujian yang tak pernah benar-benar selesai. 

Masa itu tak pernah terlupakan dan menjadi masa ketika asa begitu sederhana: ingin tumbuh dewasa, ingin menjadi seseorang yang berguna, dan ingin memeluk cinta pertama untuk selamanya.

Waktu kemudian berjalan begitu cepat. Tahun demi tahun berlalu, membawa berbagai peristiwa yang mengubah cara pandang terhadap kehidupan. Dunia berkembang dengan pesat. Teknologi menghubungkan manusia dalam hitungan detik, tetapi tidak selalu mampu mendekatkan hati. Kemajuan menghadirkan kemudahan, namun juga melahirkan tantangan yang semakin rumit.

Di tengah perubahan itu, cita-cita mengalami banyak metamorfosis. Apa yang dahulu terlihat begitu sederhana, perlahan berubah mengikuti pengalaman hidup. Ada cita yang tercapai dengan penuh syukur, ada pula yang harus dikubur dalam-dalam karena keadaan. Namun satu hal yang tidak pernah berubah adalah keyakinan bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, selalu memiliki makna apabila dijalani dengan kesungguhan.

Namun diperjalanan panjang dari tahun 2000 hingga 2026 mengajarkan bahwa itu bukanlah penantian tanpa akhir. Justru adalah penantian yang memiliki akhir karena dipertemukan kembali dengan cinta pertama. Disitulah diajarkan arti kesabaran, keteguhan, dan keberanian untuk bangkit kembali. Tidak ada manusia yang mampu mencapai puncak tanpa pernah merasakan jatuh begitu pula merasakan rindu tak tertahan meskipun rindu itu sempat tak terlihat lagi. Sebab dari setiap luka ataupun rindu yang mendalam, lahirlah kedewasaan.

Lalu ada cinta.

Cinta bukan hanya tentang dua insan yang saling mencintai. Cinta adalah rasa hormat kepada orang tua yang tak pernah berhenti mendoakan. Cinta adalah persahabatan yang tetap bertahan meski diterpa waktu. Cinta adalah kepedulian terhadap masyarakat, bangsa, dan tanah air. Bahkan cinta adalah keberanian untuk memperjuangkan orang yang kita sayangi agar diberi kemerdekaan oleh alam yang kadang tidak mau bersahabat dengannya.

Tanpa cinta, asa menjadi hampa. Tanpa cinta, cita kehilangan arah.

Masa depan tidak dibangun oleh mereka yang hanya mengeluh, melainkan oleh mereka yang tetap bekerja dan menjaga harapan itu tetap ada untuk dinanti.

Tahun 2026 bukanlah garis akhir setelah dipertemukan kembali. Ia hanyalah sebuah persimpangan menuju perjalanan berikutnya. Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan bersama, masih banyak hawa napsu harus dilawan, masih banyak ruang pengabdian kepada Tuhan yang harus untuk diisi.

Asa harus terus dipelihara agar harapan tidak mati.

Cita harus terus diperjuangkan agar kehidupan memiliki tujuan.

Dan cinta harus terus dirawat agar perjuangan tidak kehilangan kemanusiaannya.

Ketika suatu hari nanti perjalanan ini dikenang, mungkin yang paling berharga bukanlah seberapa tinggi seseorang pernah berdiri, melainkan seberapa besar manfaat yang telah ditinggalkan. Sebab usia hanyalah hitungan waktu, sedangkan makna hidup ditentukan oleh jejak yang diberikan kepada sesama.

Dari tahun 2000 hingga 2026, hidup telah mengajarkan bahwa harapan boleh tertunda, impian boleh berubah, dan cinta boleh diuji. Namun selama hati tetap percaya, langkah tetap bergerak, dan nurani tetap menyala, tidak ada perjalanan yang benar-benar sia-sia.

Karena pada akhirnya, manusia hidup bukan sekadar untuk sampai di tujuan, tetapi untuk menjadikan setiap langkah sebagai warisan kebaikan bagi mereka yang akan melanjutkan perjalanan setelah kita.

Sepercik kata akhir "Maafkan Aku Ya Allah, Aku hanyalah seorang Hamba mengabdi kepada Cinta yang telah ENGKAU buat untuk Para Manusia muka Bumi ini!"

Bismillahirrahmanirrahim 

Allahumma sholli Alla Muhammad wa Alla alli Muhammad..

Astaghfirullahal ‘adzim..

Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah...

Ya Allah.. hanya Engkau Sang Pencipta Cinta dan Sang Pemberi Cinta yang bisa menyatukan cinta yang selama ini tak bertemu. Jika Engkau berkehendak, Satukanlah !!!

Kendari, 7 Juni 2026.

Penulis: Aken Wadhaar.

Posting Komentar

News

Wisata

Bisnis